Pengertian
Bedah merupakan salah satu bentuk terapi medis
Dapat mendatangkan stres karena dapat ancaman terhadap
integritas tubuh, jiwa dan nyeri
Klasifikasi Bedah
1. Lokasi
2. Luas
3. Ekstensi atau tujuan bedah
Lokasi
1. Eksternal -> kulit atau jaringan
dibawahnya
- kerugian dapat meninggalkan jaringan
parut
- disfigurasi/ perubahan langsung yang
dapat dilihat. Contoh Bedah plastik
2. Internal ->penetrasi jaringan dalam
tubuh, sering terjadi perlengketan, operasi bedah organ besar dapat mengurangi fungsi tubuh
Klasifikasi menurut lokasi Sistem Tubuh
1. Bedah kardiovaskuler
2. Bedah thorax
3. Bedah syaraf
4. Bedah kebidanan
5. Bedah tulang
6. dll
Menurut Luas Jangkauan
1. Bedah Minor à bedah sederhana, risiko tehadap hidup sedikit, dapt dilakukan di
klinik, anestesi lokal,
2. Bedah Mayor ->anestesi umum, dilakukan
di RS, rawat inap/ rawat jalan
Tujuan Tindakan Bedah
1. Dignostik -> menentukan sebab gejala.
Contoh :biopsi, eksplorasi, laparatomi
2. Kuratif -> contoh Apendektomi
3. Restoratif-> memperkuat daerah
pemulihan, memperbaiki deformitas, menyambung daerah yang rusak. Contoh
mengganti katub mitral yang lemeh, memaku tulang,
4. Paliatif -> mengurangi gejala tanpa
menyembuhkan penyakit. Contoh simpathek tomi
5. Kosmetik -> memperbaiki bentuk. Contoh
Rhinoplasti
Istilah dalam Operasi
Diberi nama menurut lokasi menurut tipe pembedahan.
Kata-kata akhiran dalam bedah
1. ektomi -> pengangkatan organ atau
kelenjar
2. rrhapy/rapi -> penjahitan atau membuat beberapa jahitan.
3. Ostomi -> membuat lobang (stoma)
4. Plasti -> perbaikan menurut bedah
plastik
5. Skopi -> meneropong ke dalam
Faktor- faktor Risiko terhadap Bedah
1. Usia
2. Nutrisi
3. Ketidaksempurnaan respon neuroendokrin
4. Penyakit kronis
5. Merokok
Persiapan sebelum operasi
1. Diet
2. Kulit
3. Persiapan psikologis
4. Penjelasan tentang operasi
5. Latihan bernafas dalam dan batuk
6. Latihan kaki
7. Mobilitas
8. Membantu kenyamanan
Pelaksanaan Persiapan Akhir sebelum Operasi
1. Cek gelang identifikasi
2. Lepas alat-alat/ protese (gigi palsu, soflens,dll)
3. Lepas perhiasan
4. Bersihkan cat kuku k/p
5. Kolaborasi dengan dokter: pasang infus,
kateter menetap, skintest antibiotika
6. Cek kelengkapan status :
Ø Persiapan status pasien
Ø Cek persiapan kulit
Ø Cek tanda vital, BB dan TB
Ø Obat-obat Premidikasi
Ø Pengobatan reguler dicatat
Ø Informed concent
Ø Pemeriksaan laboratorium, radiologi, EKG
Ø Rekam medik
Komunikasi Intra Operatif
1. Menjelaskan nama pasien
2. Menyampaikan bentuk bedah yang akan dilakukan
3. Menyiapkan alat-alat /instrumen yang
diperlukan
4. Menerangkan keterbatasan gerak
5. Menerangkan gangguan akibat bedah
6. Menerangkan tingkat kesadaran setelah
operasi
7. Komunikasi tentang perlengkapan operasi.
Perioperatif/Intra Operatif
1. Pengelolaan Keamanan
Jaminan penghitungan kasa, jarum, instrumen
Mengatur posisi pasien: posisi fungsional, membuka
daerah untuk operasi, mempertahankan posisi selama tindakan, menmasang alat
grounding, menyiapkan bantuan fisik
2. Pemantauan Fisiologik
Memantau balance cairan
Membandingkan data normal dan abnormal (vital sign)
Melaporkan perubahan-perubahan vital sign
Pemantauan psikologi (sebelum induksi atau bila pasien
sadar): menyiapkan bantuan emosional, mempertahankan status emosional,
mengkomonikasikan status emosional kepada anggota keluarga dari tim kesehatan
Asuhan Keperawatan
1. Menyiapkan keselamatan fisik pasien
2. Mempertahankan asepsis pada lingkungan
yang terkendali.
3. Mengawasi balutan, drain, infus
4. Dokumentasi semua tindakan dikamar
operasi.
Syarat pasien dipindahkan dari Kamar Operasi
1. Vital sign stabil
2. Pasien sudah bangun dan bisa memanggil
3. Komplikasi pasca bedah telah dievaluasi
4. Setelah anestesi regional fungsi motor dan
sebagian sensori telah pulih pada daerah terkena anestesi.
Pengkajian Pasien Sekembalinya Dari Kamar Pulih
1. Status respirasi:Kebebasan saluran nafas,
kedalaman bernafas, kecepatan, sifat, bunyi nafas
2. Status sirkulasi: Nadi, tekanan darah, suhu,
warna kulit, pengisian kapiler
3. Status neurologis: Tingkat kesadaran
4. Balutan: Terdapat drain, pipa yang harus dihubungkan dengan slang
5. Kenyamanan.: Terdapat nyeri, muntah, sikaptidur,dan memperlancar sirkulasi
6. Keselamatan:Diperlukan penghalang tempat
tidur, bel pasien mudah dijangkau, alat pemantau dipasang dan berfungsi
7. Peralatan: Cairan infus, kelancaran/tetesan, sistem drainase
Post Operasi
a. Fase pasca Operasi
Ø Mempertahankan ventilasi pulmonari
Ø Kepatenan jalan nafas
Ø Mengatur posisi
Ø Saluran nafas buatan
Ø Membuang scret
Ø Kesempurnaan ventilasi
Ø Terapi oksigen
Ø Mempertahankan sirkulasi
Ø Hipotensi
Kemungkinan Penyebab Syok pada Pasca Bedah
1. Pemindahan pasien dari meja bedah ketempat
tidur
2. Terjadi hentakan pada tempat tidur pasien
waktu transport
3. Reaksi terhadap obat dan anestesi
4. Kehilangan darah dan cairan tubuh yang
lain
5. Kegagalan jantung
6. Ventilasi kurang sempurna
7. Nyeri
8. Simpatektomi residu dari anestesi
konduktif
Persiapan Ruangan/Bangsal untuk Pasien Kembali dari
Kamar Operasi
1. Menyiapkan tempat tidur terbuka untuk
pasien bedah agar pemindahan berjalan lancar
2. Disiapkan cukup selimut (mencegah
hipotermi)
3. Ruangan disiapkan
4. Persiapan perlengkapan: tiang infus,
tensimeter, alat-alat lain yang diperlukan (bengkok, pembalut, kain gurita,
gantungan urine bag)
Penyembuhan Luka
Bentuk penyembuhan luka:
a. Intentionem Primer-> semua lapisan luka
ditutup tepat dengan jahitan
b. Intentionem Sekunder -> tepi luka yang
tidak bisa dijahit sembuhnya mengisi celah, dimulai dari bawah. Luka terbuka
kemungkinan infeksi meningkat, sembuh dengan jaringan parut
c. Intentionem Tertier-> luka dijahit setelah bebehari
kemudian, jaringan parut lebih banyak
Proses / Fase Penyembuhan
Fase I ( Termasuk respon inflamatori)
a. Penutupan luka( darah membeku)
b. Fagositosis jaringan rusak dan bakteri
c. Pembentukan jaringan fibrin
d. Pembentukan arus darah ke luka
Fase II
a. Kolagen dikumpulkan
b. Regenerasi sel epitel
c. Luka :granulasi jaringan
Fase III
a. Tambahan pengumpulan jaringan
b. Pembuluh darah terjepit
c. Luka : pertumbuhan jaringan menaik tinggi
Fase IV
a. Kolagen menciut dan memadat
b. Luka: membentuk ceruk parut tipis, putih
Intervensi Penyembuhan Luka
1. Memperlancar intake makanan Tinggi Protein
dan vitamin C
2. Memperlancar sirkulasi
3. Memberikan obat anti inflamasi
4. Pencegahan infeksi
5. Mengganti balutan bila kotor dan basah
6. Laksanakan tehnik asepsis bila mengganti
balutan
7. Menutup balutan dengan kasa kering dan
steril
8. Irigasi luka dengan baik membuang kotoran
9. Memperlancar kateter untuk menyedot cairan
dari luka. Cairan yang menggenang dalam luka akan memperlambat penyembuhan
luka.